Tiga Hari yang Isinya Fondasi
Catatan tentang tiga hari membangun OpenCRM, Meta Ads Dev, dan Cerita Basim sampai punya jalur publish yang benar-benar hidup.
Tiga hari terakhir rasanya seperti satu sprint panjang yang susah dipisahkan antara ide, kode, deploy, dan perbaikan kecil yang muncul setelah semuanya disentuh pengguna sungguhan. Kalau dilihat dari luar, mungkin kelihatannya hanya seperti “ngoprek website” atau “bikin sistem”. Tapi dari dalam, tiga hari ini lebih mirip menyusun beberapa fondasi sekaligus: CRM, mesin iklan, dan rumah tulisan pribadi.
Hari pertama dimulai dari OpenCRM. Fokusnya bukan sekadar menambah fitur, tapi memastikan aplikasi bisa dibangun ulang dengan rapi sampai mendekati source parity. Ada spec yang harus dibuat, asumsi yang harus dikunci, gate yang harus diikuti, dan guardrail yang tidak boleh dilanggar. Rasanya seperti pekerjaan yang tidak terlalu terlihat dari luar, tapi penting: memastikan setiap bagian punya urutan, bukti, dan jalur rollback kalau ada yang salah.
Dari sana, kerja bergerak ke Meta Ads Dev. Ini mulai terasa seperti membangun mesin operasional: bukan hanya dashboard, tapi sistem yang punya modul untuk campaign, insight, start-stop ads, budget control, rules, image generation, copywriting, video, sampai monitoring. Dalam satu rangkaian, blueprint yang tadinya masih berupa dokumen mulai berubah menjadi aplikasi modular yang bisa dites, dibuild, dan dijalankan. Ada API, database, audit trail, error mapper, sampai dashboard internal. Pelan-pelan, ide “sistem operasi iklan” mulai punya bentuk.
Lalu repo dipisah. OpenCRM dan Meta Ads Dev dibuat menjadi project yang berdiri sendiri, masing-masing dengan repository privatnya sendiri. Ini mungkin terdengar administratif, tapi sebenarnya penting. Dengan pemisahan itu, setiap project punya ruang tumbuh sendiri. Tidak campur aduk, tidak saling mengganggu, dan lebih mudah dirawat ke depannya.
Hari berikutnya, fokus pindah ke Cerita Basim. Dari awal, niatnya sederhana: membuat rumah untuk karya dan tulisan yang tidak tunduk pada algoritma. Tapi begitu mulai dikerjakan, rumah kecil itu ternyata butuh banyak ruangan: halaman depan, daftar cerita, detail tulisan, halaman karya, komentar, reaksi, newsletter, admin panel, database, KV, R2, sampai deployment Cloudflare.
Cerita Basim akhirnya live di cerita.basim.id. Bukan hanya halaman statis, tapi sudah terhubung ke Cloudflare Pages, D1, KV, R2, Turnstile, dan Resend. Ada proses subscribe, komentar, reaksi, dan admin. Beberapa kali harus memperbaiki bagian kecil: binding Cloudflare, token admin, GitHub Actions, sampai halaman login admin. Ini bagian yang sering tidak romantis, tapi justru menentukan apakah sebuah produk benar-benar bisa dipakai.
Setelah itu workflow publish agent mulai dibangun. Awalnya tulisan masih terpikir sebagai file markdown yang dipush ke repo, tapi flow-nya berubah: agent tidak boleh langsung publish. Agent hanya boleh mengirim draft ke staging API, lalu manusia yang approve. Di titik ini, Cerita Basim tidak lagi sekadar blog. Ia mulai punya mekanisme editorial: ide bisa dibantu mesin, tapi keputusan akhir tetap di tangan manusia.
Hari ketiga diisi dengan memperbaiki jalur itu sampai benar-benar terasa utuh. Draft dikirim dari agent, masuk ke review admin, lalu bisa di-approve. Ketika tombol modal reject macet di mobile, UI-nya diperbaiki dan dideploy. Ketika artikel sudah approved tapi belum muncul di halaman depan, halaman / dan /cerita diperbaiki supaya membaca artikel published dari database, bukan hanya dari file statis. Setelah itu, artikel yang diapprove akhirnya muncul di depan.
Kalau dirangkum, tiga hari ini bukan cuma tentang menulis kode. Ini tentang membangun jalur dari ide menjadi sistem yang hidup: spec menjadi aplikasi, blueprint menjadi modul, draft menjadi tulisan, dan halaman kosong menjadi website yang bisa dibuka orang lain.
Yang paling menarik adalah polanya. Setiap kali satu lapisan selesai, muncul lapisan berikutnya: build dulu, lalu deploy; deploy dulu, lalu login; login dulu, lalu review; review dulu, lalu publish; publish dulu, lalu tampilkan di homepage. Begitu terus. Produk tidak selesai dalam satu langkah besar, tapi dalam banyak koreksi kecil yang saling menyambung.
Mungkin tiga hari ini melelahkan. Tapi ada sesuatu yang memuaskan dari melihat semuanya mulai terhubung. OpenCRM punya fondasi. Meta Ads Dev punya mesin. Cerita Basim punya rumah. Dan di tengah semuanya, ada satu benang merah: membangun sistem yang bukan cuma bisa demo, tapi bisa dipakai, dirawat, dan dikembangkan lagi besok.
Tinggalkan komentar
Markdown ringan didukung: **bold**, *italic*, `code`, [link](url). Komentar pertama dari email baru akan dimoderasi.
Suka cerita ini? Subscribe untuk cerita berikutnya.
Komentar