Penjaja — Marketplace untuk pedagang kaki lima Jakarta — order langsung dari WA.
Masalah
Pedagang kaki lima di Tanah Abang menerima rata-rata 40-60 order per hari lewat WhatsApp. Catatan dilakukan di kertas, salah hitung sering, dan begitu order >100 mereka kewalahan.
“Saya cuma butuh satu layar yang nampilkan order hari ini, urut, lengkap dengan alamat. Sudah.” — Bu Eni, pedagang batik, 12 tahun jualan online.
Proses
Selama 4 minggu pertama saya tidak menulis kode. Saya nongkrong di toko Bu Eni dan dua pedagang lain, mencatat workflow mereka.
Decision penting: saya memutuskan tidak menggantikan WhatsApp. Penjaja hanya jadi “panel di samping” — pedagang tetap chat seperti biasa, tapi sekali klik bisa generate order baru ke aplikasi.
Hasil
- 200+ pedagang aktif di Tanah Abang setelah 6 bulan
- 12 detik rata-rata waktu konfirmasi order (dari ~3 menit)
- $0 biaya hosting per bulan — Cloudflare free tier
Yang saya pelajari
Membangun untuk audiens yang bukan diri sendiri membutuhkan kerendahan hati. Asumsi saya soal “interface yang clean” hampir selalu salah — mereka butuh font besar, kontras tinggi, dan tombol yang sengaja gemuk.